Timbulnya bercak berwarna merah, merah muda, atau oranye pada popok bayi mungkin saja dapat segera buat Bunda cemas serta bertanya-tanya kenapa warna urine Si Kecil tidak normal.

Pada umumnya kemunculan bercak ini bisa mengisyaratkan dehidrasi, tetapi ada peluang ada infeksi ataupun problem beda pada saluran kemih.

Pada beberapa masalah, bercak kristal berwarna oranye atau merah muda pada popok bayi tidak beresiko, serta memanglah relatif keluar sekian hari sesudah bayi lahir. Kristal itu adalah garam yang terdapat didalam urine. Perlu untuk Bunda untuk ketahui selanjutnya mana keadaan yang normal serta mana keadaan yang beresiko dan memerlukan perlakuan medis.

Mencermati Warna Urine Bayi untuk Mengetahui Kondisi Bayi

Keadaan yang Masih tetap Dipandang Normal

Munculnya bercak berwarna oranye atau merah muda paling umum berlangsung pada sebagian minggu pertama sesudah kelahiran, terlebih apabila Si Kecil konsumsi Air Susu Ibu (ASI) serta supply ASI Bunda belum juga mencukupi.

Selama tidak ada sinyal tanda bayi dehidrasi serta frekwensi buang air kecil paling tidak masih tetap empat kali satu hari, Bunda tidaklah perlu cemas karna bercak kristal atau warna urine tidak normal yang sekian biasanya tidaklah keadaan yang serius.

Tetapi, keadaan ini dapat jadi sinyal kalau Bunda butuh menolong bayi untuk menyusu seringkali. Umpamanya, membangunkan dia waktu tidur untuk menyusu atau Bunda juga mungkin saja butuh melakukan perbaikan tehnik menyusui supaya lebih efisien, seperti menggunakan peralatan bayi baru lahir yaitu bantal yang digunakan untuk menyangga bagian belakang kepala bayi dan menghindarkan Bayi dari resiko tersedak.

Perlu Perhatian Spesial Segera

Beda ceritanya apabila warna urine tidak normal itu dibarengi dengan sinyal tanda dehidrasi, yakni :

  1. Bayi terlihat lesu.
  2. Bibirnya kering.
  3. Tidak buang air kecil sepanjang enam jam.
  4. Air liur lebih sedikit.
  5. Ubun-ubun terlihat cekung

Makin gelap warna urine serta makin kental bercak kristalnya, berarti makin berat kekurangan cairan yang dihadapi. Periksakanlah pada dokter apabila Si Kecil alami keadaan ini. Dokter juga akan bertanya bagaimana konsumsi Si Kecil, berat tubuhnya, dan supply ASI Bunda.

Selain itu, buang air kecil semestinya tidak menyakitkan. Jadi, periksakan juga pada dokter apabila Si Kecil terlihat kesakitan atau menangis waktu kencing. Hal semacam ini dapat mengisyaratkan infeksi atau problem yang lain pada saluran kemih. Satu laporan medis mengatakan, warna oranye pada urine bayi bisa dikarenakan oleh infeksi saluran kemih.

Darah pada urine bayi adalah suatu hal yang perlu memperoleh perhatian. Keadaan ini memerlukan kontrol oleh dokter spesialis anak. Pemicunya mungkin bukanlah hal serius, misalnya luka karena ruam popok. Tetapi dapat pula darah pada urine adalah sinyal ada problem yang lebih serius.

Beberapa bayi wanita mungkin saja saja keluarkan bercak darah dari vagina pada sekian hari pertama sesudah lahir, yang terlihat seperti menstruasi. Pemicunya yaitu hormon Bunda yang terikut ke pada badan Si Kecil, serta umumnya yang dirasakan ini juga akan selekasnya berhenti dengan sendirinya.

Untuk lebih aman, Bunda janganlah menyimpulkan sendiri, tetapi berkonsultasilah pada dokter. Terutama apabila perdarahan itu disertai tanda seperti nyeri sisi perut atau berlangsung perdarahan pada ruang badan yang lain. Keadaan yang sekian memerlukan pertolongan medis selekasnya.

Untuk masalah urine berwarna merah, dokter umumnya juga akan mereferensikan kontrol urine untuk mencari kehadiran sel darah merah didalam urine. Ada cukup banyak peluang penyebabnya ada sel darah merah didalam urine, umpamanya masalah pada system pengumpulan di ginjal atau kelainan pada darah.

Untuk memudahkan Bunda memonitor kondisi urine Si Kecil, baiknya pakai popok kain tidak tebal atau celana dalam, dibanding popok sekali gunakan. Semakin banyak serta seringkali menyusui Si kecil dengan tehnik menyusui yang benar, bisa menghindarnya alami dehidrasi. Cermati juga keadaan serta kebersihan ruang sekitaran kelamin Si Kecil.

Leave a Reply